Tren dalam
Akuntansi
Dalam paper
singkat ini akan dibahas beberapa tren dalam akuntansi yang kemungkinan dapat
dituju oleh ilmu akuntansi dimana tren tersebut menunjukkan kecenderungan yang
dilihat saat ini.
Beberapa tren
baru dalam akuntansi
1. Akuntansi Internasional
Weirich
et.al. (Belkaoui, 1985) mendefinisikan akuntansi internasional adalah mencakup
semua perbedaan prinsip, metode dan standar akuntansi semua negara. Termasuk
didalamnya prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) yang ditetapkan di tiap negara,
sehingga akuntan harus menguasai semua prinsip di semua negara jika mempelajari
akuntansi internasional. Tidak ada maksud untuk memiliki prinsip akuntansi yang
berlaku umum sedunia. Perbedaan ini diakui karena adanya perbedaan geografi,
sosial, ekonomi, politik dan hukum
2. Akuntansi Islam
Mueller
dan Belkaoui menyebut Akuntansi Islam sebagai emerging model dengan basis religious
relativism yang didasarkan hukum syariah. Akuntansi Islam bukan mengenai
agama (fiqih), tapi sejajar dengan ilmu akuntansi kapitalis. Jika akuntansi
kapitalis dibangun atas dasar filsafat materialisme atau sekulerime hasil
pemikiran manusia tanpa campur tangan Allah, maka Akuntansi Islam dibangun atas
dasar pemikiran manusia yang mengindahkan hukum-hukum Allah
3. Akuntansi Sumber Daya Manusia
The
Committe on Human Resources Accounting dan AAA (Belkaoui, 1985) mendefinisikan
Akuntansi Sumber Daya Manusia sebagai proses mengidentifikasikan dan mengukur
data tentang sumber daya manusia dan menyampaikan informasi ini kepada mereka
yang berkepentingan. Ada 3 fungsi Akuntansi Sumber Daya Manusia yaitu sebagai
kerangka kerja untuk membantu pengambilan keputusan di dalam SDM, memberikan
informasi kuantitatif tentang biaya dan nilai SDM sebagai unsur organisasi dan
memotivasi manajer mengadopsi informasi SDM dalam pengambilan keputusan yang
menyangkut orang
4. Triple
entry sccounting system
Sistem
ini merupakan pengembangan dari double
entry bookeeping system. Dalam sistem ini transaksi dicatat dalam tiga
dimensi. Dalam model ini tidak hanya transaksi yang mempengaruhi pos-pos pada
sisi aktiva dan pasiva yang dilaporkan, tetapi juga force atau power yang
menyebabkannya sehingga laporan neraca misalnya menyajikan Wealth = Capital = Force. Informasi uang dilaporkan dalam model ini
disebut force statement. Ada tiga
jenis laporan yaitu wealth statement,
capital statement dan force statement
5. Employee
reporting
Employee reporting
adalah informasi keuangan yang memuat informasi yang relevan bagi karyawan atau
pekerja yang merupakan hak karyawan selaku salah satu stakeholders. Fenomena
ini timbul karena semakin besarnya kekuatan menawar serikat pekerja di Barat,
khususnya di Eropa yang menuntut laporan keuangan yang menggambarkan informasi
yang dibutuhkan oleh karyawan
6. Value
added reporting
Value added reporting atau
Laporan Pertambahan Nilai berkaitan dengan Human
Resources Accounting dan Employee
Reporting berkaitan dengan informasi yang disajikan. Value added reporting dapat menutup kekurangan informasi dalam
Laporan Keuangan (Neraca, Peubahan Modal, Laba Rugi dan Arus Kas) yaitu
informasi produktivitas dari perusahaan dan share
dari setiap stakeholder yang terlibat
dalam proses manajemen. Value added
reporting menggambarkan kenaikan nilai kekayaan yang digenerate atau dihasilkan dengan penggunaan aset prduktif oleh stakeholder. Namun perlu diingat bahwa Value added tidak sama dengan laba
7. Akuntansi perilaku
Akuntansi
perilaku atau behavioral accounting memperhatikan berbagai budaya yang dapat
mempengaruhi peran atau hasil dari interaksi antara informasi akuntansi dengan
perilaku konsumennya. Dengan kata lain, berkaitan dengan hubungan antara
perilaku manusia dan sistem akuntansi baik dalam bidang akuntansi maupun bidang
manajemen. Dalam model ini yang menjadi perhatian utama adalah dampak dari
informasi akuntansi terhadap perilaku orang yang membaca atau menyiapkannya dan
melihat reaksi manusia terhadap informasi yang diberikan
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan semakin munculnya paradigma baru
yang pada akhirnya menimbulkan ketergantungan dan keterkaitan yang semakin erat
antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya. Akuntansi sebagai suatu
sistem informasi membutuhkan komputer, information
science, dan decision science.
Akhirnya muncul ilmu baru seperti decision
science yang sumber formula dan elemen-elemennya berasal dari berbagai ilmu
tadi. Dimana pengembangan disiplin dan profesi akuntansi di tanah air harus
mengantisipasi perubahan ilmu dan teknologi yang semakin lama semakin
berkembang
9. Akuntansi dan
pembangunan berkelanjutan
Model
ini berfokus pada tanggung jawab perusahaan untuk menjaga lingkungan agar tidak
rusak sehingga tidak menghalangi pembangunan berkelanjutan atau pembangunan
berwawasan lingkungan. Model ini sudah cukup menjadi pegangan dalam mengelola
lingkungan. Untuk mengelola lingkungan diperlukan informasi yang sebenarnta
dapat disupply oleh enviromental accounting yang masih terus dikembangkan. Dan dalam
hal-hal tertentu, akuntansi lingkungan sejalan dengan socio economic accounting
10. Efficient Market
Hypothesis (EMH)
Teori
EMH bukan merupakan hal baru, apalagi tren, karena telah lama ada. Teori ini
menyatakan bahwa pasar akan menyesuaikan diri dengan setiap informasi baru yang
dikeluarkan mengenai saham. Dalam EMH sring digunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), yaitu suatu model yang menaksir
laba yang abnormal atau laba yang tidak diperkirakan dari saham biasa suatu perusahaan
pada saat diumumkannya laba perusahaan