Minggu, 06 Januari 2013

Tren dalam Akuntansi



Tren dalam Akuntansi

Dalam paper singkat ini akan dibahas beberapa tren dalam akuntansi yang kemungkinan dapat dituju oleh ilmu akuntansi dimana tren tersebut menunjukkan kecenderungan yang dilihat saat ini.
Beberapa tren baru dalam akuntansi

1. Akuntansi Internasional
Weirich et.al. (Belkaoui, 1985) mendefinisikan akuntansi internasional adalah mencakup semua perbedaan prinsip, metode dan standar akuntansi semua negara. Termasuk didalamnya prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) yang ditetapkan di tiap negara, sehingga akuntan harus menguasai semua prinsip di semua negara jika mempelajari akuntansi internasional. Tidak ada maksud untuk memiliki prinsip akuntansi yang berlaku umum sedunia. Perbedaan ini diakui karena adanya perbedaan geografi, sosial, ekonomi, politik dan hukum

2. Akuntansi Islam
Mueller dan Belkaoui menyebut Akuntansi Islam sebagai emerging model dengan basis religious relativism yang didasarkan hukum syariah. Akuntansi Islam bukan mengenai agama (fiqih), tapi sejajar dengan ilmu akuntansi kapitalis. Jika akuntansi kapitalis dibangun atas dasar filsafat materialisme atau sekulerime hasil pemikiran manusia tanpa campur tangan Allah, maka Akuntansi Islam dibangun atas dasar pemikiran manusia yang mengindahkan hukum-hukum Allah

3. Akuntansi Sumber Daya Manusia
The Committe on Human Resources Accounting dan AAA (Belkaoui, 1985) mendefinisikan Akuntansi Sumber Daya Manusia sebagai proses mengidentifikasikan dan mengukur data tentang sumber daya manusia dan menyampaikan informasi ini kepada mereka yang berkepentingan. Ada 3 fungsi Akuntansi Sumber Daya Manusia yaitu sebagai kerangka kerja untuk membantu pengambilan keputusan di dalam SDM, memberikan informasi kuantitatif tentang biaya dan nilai SDM sebagai unsur organisasi dan memotivasi manajer mengadopsi informasi SDM dalam pengambilan keputusan yang menyangkut orang

4. Triple entry sccounting system
Sistem ini merupakan pengembangan dari double entry bookeeping system. Dalam sistem ini transaksi dicatat dalam tiga dimensi. Dalam model ini tidak hanya transaksi yang mempengaruhi pos-pos pada sisi aktiva dan pasiva yang dilaporkan, tetapi juga force atau power yang menyebabkannya sehingga laporan neraca misalnya menyajikan Wealth = Capital = Force. Informasi uang dilaporkan dalam model ini disebut force statement. Ada tiga jenis laporan yaitu wealth statement, capital statement dan force statement

5. Employee reporting
Employee reporting adalah informasi keuangan yang memuat informasi yang relevan bagi karyawan atau pekerja yang merupakan hak karyawan selaku salah satu stakeholders. Fenomena ini timbul karena semakin besarnya kekuatan menawar serikat pekerja di Barat, khususnya di Eropa yang menuntut laporan keuangan yang menggambarkan informasi yang dibutuhkan oleh karyawan

6. Value added reporting
Value added reporting atau Laporan Pertambahan Nilai berkaitan dengan Human Resources Accounting dan Employee Reporting berkaitan dengan informasi yang disajikan. Value added reporting dapat menutup kekurangan informasi dalam Laporan Keuangan (Neraca, Peubahan Modal, Laba Rugi dan Arus Kas) yaitu informasi produktivitas dari perusahaan dan share dari setiap stakeholder yang terlibat dalam proses manajemen. Value added reporting menggambarkan kenaikan nilai kekayaan yang digenerate atau dihasilkan dengan penggunaan aset prduktif oleh stakeholder. Namun perlu diingat bahwa Value added tidak sama dengan laba

7. Akuntansi perilaku
Akuntansi perilaku atau behavioral accounting memperhatikan berbagai budaya yang dapat mempengaruhi peran atau hasil dari interaksi antara informasi akuntansi dengan perilaku konsumennya. Dengan kata lain, berkaitan dengan hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi baik dalam bidang akuntansi maupun bidang manajemen. Dalam model ini yang menjadi perhatian utama adalah dampak dari informasi akuntansi terhadap perilaku orang yang membaca atau menyiapkannya dan melihat reaksi manusia terhadap informasi yang diberikan

8. Multi diciplines paradigm
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan semakin munculnya paradigma baru yang pada akhirnya menimbulkan ketergantungan dan keterkaitan yang semakin erat antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya. Akuntansi sebagai suatu sistem informasi membutuhkan komputer, information science, dan decision science. Akhirnya muncul ilmu baru seperti decision science yang sumber formula dan elemen-elemennya berasal dari berbagai ilmu tadi. Dimana pengembangan disiplin dan profesi akuntansi di tanah air harus mengantisipasi perubahan ilmu dan teknologi yang semakin lama semakin berkembang

9. Akuntansi dan pembangunan berkelanjutan
Model ini berfokus pada tanggung jawab perusahaan untuk menjaga lingkungan agar tidak rusak sehingga tidak menghalangi pembangunan berkelanjutan atau pembangunan berwawasan lingkungan. Model ini sudah cukup menjadi pegangan dalam mengelola lingkungan. Untuk mengelola lingkungan diperlukan informasi yang sebenarnta dapat disupply oleh  enviromental accounting yang masih terus dikembangkan. Dan dalam hal-hal tertentu, akuntansi lingkungan sejalan dengan socio economic accounting

10. Efficient Market Hypothesis (EMH)
Teori EMH bukan merupakan hal baru, apalagi tren, karena telah lama ada. Teori ini menyatakan bahwa pasar akan menyesuaikan diri dengan setiap informasi baru yang dikeluarkan mengenai saham. Dalam EMH sring digunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), yaitu suatu model yang menaksir laba yang abnormal atau laba yang tidak diperkirakan dari saham biasa suatu perusahaan pada saat diumumkannya laba perusahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar